-->

Breaking

logo

Minggu, 04 Januari 2026

Mengenal Mangkeng, Ritual Penting dalam Perayaan Besar Orang Betawi

Mengenal Mangkeng, Ritual Penting dalam Perayaan Besar Orang Betawi


Balasoka
- Dalam melaksanakan ritual khusus saat menggelar acara besar, masyarakat Betawi mengenal istilah pangkeng dan mangkeng. Ritual ini bertujuan untuk menjaga kelancaran acara.

Mengutip dari laman Lembaga Kebudayaan Betawi, istilah mangkeng lahir dari nama tempat berlangsungnya ritual tersebut, yakni pangkeng. Pangkeng berbentuk kamar atau ruangan di dalam rumah.

Dalam masyarakat Betawi, mangkeng dikenal sebagai salah satu bentuk usaha untuk menangkal hujan. Ritual ini kerap dilakukan saat sedang melangsungkan perayaan besar atau perayaan massal.

Selain sebagai penangkal hujan, mangkeng juga bertujuan untuk memelihara hubungan baik antarwarga. Konon, tujuan ini juga dimaksudkan untuk menyumpal atau menyumbat nafsu makan undangan yang datang, sehingga tak ada yang serakah terhadap makanan dan minuman yang dihidangkan.

Masyarakat Betawi juga percaya bahwa ritual ini dapat memperbanyak undangan yang datang. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Dewi Sri (Dewi Padi) serta leluhur yang merupakan saudara dari tuan rumah akan mengajak manusia untuk hadir pada hajatan yang diadakan.

Pelaksanaan Ritual Mangkeng

Ritual mangkeng biasanya dipimpin oleh seorang tukang (dukun) mangkeng yang bertugas menjaga keseimbangan antara dunia fisik (manusia) dan nonfisik (para dewa, arwah, dan roh). Ia akan membacakan jampe-jampe di dalam pangkeng.

Persyaratan yang harus dilakukan oleh dukun mangkeng atau tukang mangkeng adalah dilarang mandi sepanjang menjalankan tugasnya. Jika dilanggar, maka akan mendatangkan hujan. Selain itu, ia juga harus melaksanakan puasa selama berada di rumah pemilik hajat.

Tukang mangkeng juga kerap bertugas sebagai pengatur makanan dan minuman untuk tamu. Ia menjadi pusat penerima barang bingkisan yang dibawa para undangan sekaligus mengatur bingkisan untuk dibawa pulang oleh undangan. Tradisi ini disebut mulangin atau balikin. Lebih jauh lagi, dukun mangkeng juga memastikan ketersediaan bahan makanan.

Hingga kini, masyarakat Betawi masih melaksanakan ritual mangkeng. Ritual ini mengandung nilai-nilai budaya tinggi dan telah dianggap sebagai warisan leluhur yang diyakini dapat memberikan kelancaran dan keberkahan dalam perayaan besar. Melalui ritual mangkeng, masyarakat juga lebih bisa melekatkan solidaritas dan silaturahmi. Selengkapnya


Resla