Cerita Kita - Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin binKhaldun atau yang sering disebut Ibnu Khaldun adalah satu tokoh sejarawan paling berpengaruh sepanjang masa dan dikenal dengan sebutan "Bapak Sosiologi dan Filsafat Sejarah". Beliau lahir di Tunisia pada 127 Mei 1332 M.
Banyak informasi yang berbeda-beda mengenai nama lengkap Ibnu Khaldun. Pada kitab Muqaddimah terjemah Masturi Irham, dkk menyebutkan bahwa nama lengkap Ibnu khakdun ialah Abdurrahman Ibnu khaldun al-Maghribi al-Hadrami al-Maliki.
Nama-nama tersebut didapatkan dari, yang pertama yaitu Abdurrahman yang diambil dari nama kecilnya, lalu yang kedua al-Maghribi karena beliau lahir dan dibesarkan di Maghribi di kota Tunisia, yang ketiga yaitu al-Hadrami didapat karena keturunannya berasal dari Hadramaut Selatan, dan yang terakhir yaitu al-Maliki diperoleh karena beliau menganut madzab Imam Maliki.
Ayah Ibnu Khaldun bernama Abu Abdullah Muhammad. Ayah beliau adalah seorang yang ahli dalam bahasa dan sastra arab. Dan ayah beliau wafat pada tahun 1348 M karena disebabkan oleh wabah mematikan yaitu wabah pes yang mengakibatkan kedua orang tua beliau meninggal dunia.
Tidak hanya kedua orang tua beliau yang meninggal bahkan kerabat dekat beserta guru-guru beliau juga meninggal akibat wabah pes yang mematikan tersebut. Sehingga hal tersebut membuat Ibnu Khaldun yang pada saat itu masih berusia 18 tahun merasakan kesepian dan terisolasi.
Ibnu Khaldun dibesarkan dalam sebuah keluarga yang aktif dalam politik. Keluarga Ibnu Khaldun berasal dari Hadramaut Yaman. Dan silsilahnya ditinjau dari nenek moyangnya yang beragama islam dari Wail bin Hujr.
Nama Khaldun sebenarnya berasal dari Khalid bin Usman yaitu salah satu cucu dari Wail bin Hujr, yang kemudian dikenal dengan namam Khaldun dan keluarga tersebut melahirkan anak cucu yang diberi marga Khaldun.
Dari sinilah emudian terbentuk keluarga besar dengan kedudukan penting dalam segi politik dan perkembangan ilmu pengetahuan di Andalusia dan Maghribi. Bani Khaldun lahir di kota Qarmunah di Andalusia dan termasuk juga sebagai tempat tinggal nenek moyang mereka yaitu Khalid bin Usman.
Ibnu Khaldun lahir di dalam keluarga ilmuan dan juga terpandang, sehingga beliau dapat menempati jabatan ilmiah dan pemerintah.
Keluarga Ibnu Khaldun banyak berkembang dalam bidang politik tepatnya di Andalusia. Oleh karena hal tersebut keluarga Ibnu khaldun dikenal sebagai keluarga yang berpengetahuan luas, berpangkat, banyak mendapat peranan penting di kenegaraan, serta memainkan peranan yang menonjol, dalam ilmu pengetahuan maupun politik.
Ditambah lagi kecerdasannya sangat berperan penting dalam pengembangan karirnya. Namun berbeda dengan ayah beliau yang menjauhkan diri dari dunia politik dan lebih berkonsentrasi pada bidang keilmuan dan pengajaran. Ibnu Khaldun mendapat ilmu pendidikan dari ayahnya sendiri yang menjadi guru utamanya.
Ibnu Khaldun memiliki watak luar biasa yang terlihat kurang baik di mata orang-orang yang belum mengenalnya. Tetapi disamping wataknya tersebut, beliau adalah sosok yang kuat pemberani serta teguh dalam pendirian.
Di usianya yang ke 28 tahun, Ibnu Khaldun mendapat amanah untuk menjadi seorangg hakim karena keahliannya dalam Fiqih Maliki. Tetapi beliau merasa bosan dengan pekerjaannya tersebut kare menurutnya sangat rumit dan selalu berulang-ulang. Sehingga hal tersebut yang menjadikan alas an kepindahan Ibnu Khaldunn dari Afrika Utara menuju Granada.
Setelah kepindahan beliau ke Granada pada tahun 1362, Lisanudiin bin al-Khatib yaitu kepala kementerian yang terpelajar atau salah satu elite penguasa, memberikan sambutan hangat kepada Ibnu Khaldun, yang di kemudian hari menjadi sekutu terdekatnya.
Namun pada suatu hari, persahabatan mereka hancur dikarenakan perasaan iri dan persaingan yang kuat.
Sekembalinya ke Granada, para sahabatnya termasuk Ibnu al-Khatib mulai memendam perasaan iri dan dengki karena kedudukan Ibnu Khaldun sebagai tokoh masyarakat yang menakjubkan. Sehingga keadaan tersebut menyulitkan hidupnya pada saat itu sehingga beliau terpaksa meninggalkan Granada dan kembali ke Afrika Utara. Tidak ada filsuf sebelum atau sesudah Ibnu khaldun yang mempunyai pemikiran modern seperti beliau.
Ibnu Khaldun pernah mendapatkan sebuah masalah besar dalam hidupnya. Yaitu istri dan ketujuh anaknya hilang dalam kecelakaan kapal menuju Kairo yang mengakibatkan syok berat pada diri Ibnu Khaldun.
Kejadian tersebut yang mendorong beliau melakukan ibadah haji di Makkah pada tahun 1387. Lima tahun kemudian Ibnu Khaldun menjalani hidupnya dengan damai dan beliau wafat di usia 74 tahun tepatnya pada tanggal 19 Maret 1406 M dan di makamkan di pemakaman Sufi di pinggiran kota Kairo.
Konik Khayatun Nuvus
