-->

Breaking

logo

Selasa, 04 Juni 2019

Ragam Tradisi Syawalan di Jawa Tengah

Ragam Tradisi Syawalan di Jawa Tengah

Cerita Kita - Di Jawa Tengah, berbagai daerah memiliki adat tradisinya masing-masing dalam menyambut lebaran ketupat atau Syawalan yang jatuh pada 8 Syawal.

Masyarakat yang tinggal di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, beramai-ramai menyediakan ketupat di rumah-rumah. Masyarakat setempat mengawali prosesi Lebaran Kopat atau Syawalan dengan mengunjungi atau menziarahi makam ulama maupun tokoh agama yang sangat disegani atau dihormati. Seperti di makam Kiai Guru, pendiri Masjid Agung Kaliwungu yang juga dikenal sebagai Kiai Asy'ari. Juga ziarah kubur ke makam Sunan Katong, Pangeran Mandurarejo, Pangeran Pakuwaja, hingga makam Kyai Mustofa, Kyai Musyafa’, dan Kyai Rukyat.

Sementara masyarakat Desa Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah memperingati Syawalan dengan membuat lopis raksasa dengan ketinggian sekitar dua meter dan berdiameter 150 cm. Tradisi ini pertama kali digelar oleh KH Abdullah Sirodj, keturunan Kiai Bahu Rekso, pada tahun 1855 M.

Kegiatan itu manjur sebagai media syiar agama Islam sekaligus menciptakan kerukunan sesama umat muslim.

Sedangkan masyarakat di Jepara menyebut Syawalan dengan Lomban. Prosesinya diawali dari kawasan pelelangan ikan, Ujung Batu, Jepara. Di sana masyarakat menyediakan sesaji berupa satu kepala kerbau dihiasi pernak-pernik makanan dan sayuran. Usai doa bersama dipimpin seorang kiai, seluruh sesaji diletakkan di atas kapal kecil untuk dilarung di tengah laut.

Pada waktu itulah sesaji jadi rebutan para nelayan atau warga sekitar. Tradisi ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas perlindungan dan berkat yang diterima masyarakat Jepara selama satu tahun, dan memohon perlindungan serta rezeki berlimpah untuk satu tahun mendatang. (SM Network)