Cerita Kita - Giat seni di Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari waktu ke waktu mulai memberi warna yang menggembirakan. Pentas seni teater, seni musik, lagu, festival seni budaya rutin dilakukan di ujung timur pulau Flores empat (4) tahun terakhir ini.Festival "Nubun Tawa" di tahun 2018 dan Festival "Bale Nagi" di tahun 2019 menjadi indikasi suburnya kesenian di Flores Timur. Termasuk dalam rencana, Festival "Lamaholot" (Nubun Tawa dan Nusa Tadon) akan diselenggarakan pada Bulan September 2019.
Tumbuh dan berkembangnya aktivitas kesenian di Bumi Lamaholot tidak lepas dari kegigihan seorang Silvester Petara Hurit. Seniman dan Kritikus Seni Indonesia ini tidak letih -letihnya meramu gagasan dan mengkawinkannya dengan potensi yang dimiliki di daerah untuk menghasilkan karya seni yang menarik dan membanggakan. Ia mampu menciptakan jejaring dengan seniman nasional bahkan seniman internasional. Sekian kali seniman nasional didatangkan di Kabupaten terlibat langsung dalam setiap kegiatan kesenian di daerah.
Silvester Petara Hurit, dalam kesempatan diskusi diselah kegiatan Workshop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Managemen Seni di Dinas Pariwisata, Rabu (12/6/19) menginformasikan akan hadir sejumlah Seniman Asia di Kabupaten Flores Timur pada akhir Juni hingga awal Juli 2019. "Mulai akhir Juni hingga awal Juli mendatang, akan hadir sejumlah seniman Asia di Kabupaten Flores Timur.Para seniman Asia ini akan berkolaborasi dengan seniman asal Kabupaten Flores Timur dalam kegiatan workshop kolaboratif Seniman Asia dan Flotim yang berlangsung selama 2 minggu. Akhir workshop akan dilakukan pementasan karya di hadapan Warga Flores Timur," kata Silvester Hurit.
Menurut Silvester, kolaborasi seniman Asia berasal dari Jepang, Srilanka dan Vietnam. Kolaborasi ini, merupakan dampak positif dan jejaring bersama Seniman Garasi Performance Institute sejak 2017. Keterlibatan seniman Asia menurut Silvester merupakan pilihan kolaborasi yang lebih luas yang tentunya berdampak positif dalam pertumbuhan kesenian di Flores Timur.
Silvester Hurit menyebutkan seniman dari Teater Garasi yang terlibat dalam kolaborasi diantaranya, Yudi Ahmad Tajud (sutradara), Ugoran Prasad (penulis dan dramaturgi), ignatius Sugiarto (penata artistik dan cahaya), serta aktor aktris MN. Qomarudin, Arsita Iswardhani, dan Gunawan Maryanto.
Sementara Seniman Jepang yang terlibat diantaranya, Takao Kawaguchi (performance artist -penari-koreografer), Yasuhiro Morinaga (seniman bunyi-komponis) dan Micari Fukui (aktor-perfomer). Seniman Srilanka Veneru Perera (Koreografer-Penari), Seniman Vietnam, Nguyen Manh Hung (perupa).
Tujuan kegiatan kolaborasi seni menurut Silvester adalah bersama menciptakan ruang pertemuan dan pertukaran budaya antara seniman-seniman Indonesia, Vietnam, Jepang dan Srilanka, membuka mata dunia akan potensi budaya Flotim dan hasil kegiatan dapat memberikan nilai seni bagi perkembangan kesenian dan budaya di Flores Timur.
Kegiatan kolaborasi yang terselenggara atas kerja sama Teater Garasi dan Dinas Pariwisata Flotim ini dijadwalkan akan terjadi pada tanggal 23 Juni- 7 Juli 2019. (Maksimus Masan Kian)
