Cerita Kita - Menurut Buya Hamka, sejarah pendidikan Islam pada masa Kejayaannya, dimulai pada masa Khalifah Abbul Abbas Al Syoffah, yang pemerintahannya berlangsung selama lima abad yakni antara tahun 750-1258 M.
Pada masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya Al Ma'mun, dinasti Abbasiyah ini mendirikan perpustakaan dunia yang luasnya sekitar 10 ha. Dan diberi nama perpustakaan Baitul Hikmah. Pada masa itu sistem pendidikan sangat maju. Karena para pemuda sangat bersemangat dalam menuntut ilmu.
Pada pendidikan dasar ada yang namanya kuthab yang disana diajarkan modal awal pendidikan yakni membaca dan menulis. Kemudian ditingkat selanjutnya ada yang namanya halaqoh yakni murid duduk mengelilingi gurunya dan berdiskusi untuk mengkaji berbagai ilmu pengetahuan.
Mereka sangat takut jika tertinggal dari yang lain dalam belajar, para mahasiswa belajar siang dan malam, sehingga walaupun malam hari kota itu sangat ramai, ramai karena dipenuhi pelajar yang haus akan ilmu pengetahuan. Dan karena inilah Baghdad kemudian dijuluki negeri 1001 malam.
Membayangkan nya saja terasa amat menyenangkan. Semua orang yang haus akan ilmu pengetahuan, terobati dahaganya dengan banyaknya ilmuan yang mengajarkan keahliannya.
Namun semua itu kini tinggal kenangan. Kenangan yang berharap terulang. Karena pada masa sekarang ini. Para pemuda terlalu asyik dalam pencarian jati diri nya dalam ketidak"benar"an. Banyak juga pemuda yang pergi ketempat menimba ilmu, tapi hanya sekedar untuk mendapatkan gelar, agar mudah mencari pekerjaan katanya. Karena hidup di zaman sekarang semua serba susah. Sehingga kegiatan tolabul ilmi seolah hanya dijadikan alat mencari pekerjaan.
Tapi, ada memang generasi yang benar-benar niat tholabul Ilmi. Bahkan berpasrah tentang kehidupan di masa depan, tapi ya tetap berusaha untuk meraihnya. Dan berprinsip baginya belajar adalah sepanjang masa.
Ada pula yang belajar sambil bekerja , dengan berbagai kesibukan ia tetap menyempatkan waktunya untuk belajar dan menuntut ilmu, sebagai bekal di masa depan.
Seandainya masa kejayaan pendidikan Islam itu bisa terulang kembali, di masa sekarang, dengan tetap mengutamakan persatuan dan toleransi, alangkah indahnya kehidupan ini, dipenuhi intelektual yang tetap rendah hati, mengesampingkan perbedaan, merangkul semua lapisan, hingga menjadikan negeri yang damai, berbudi luhur, maju dalam perkembangan zaman dan cinta sesama manusia. Karena belajar banyak tau banyak.
Annisa Hadi
