Dalam tradisi kita, ada banyak sekali jenis-jenis perawatan tradisional pasca persalinan. Meski sebutannya tradisional, nyatanya masih banyak para ibu yang melakukannya.
Memang, terkadang sering menjadi pertanyaan, apakah perawatan tradisional ini benar-benar bemanfaat buat kita, atau sekadar saran turun-temurun dari nenek moyang yang belum terbukti manfaatnya secara ilmiah?
Yuk, kenali satu-persatu perawatan tradisional pasca melahirkan, sejauh mana keamanannya, plus manfaatnya.
Paket jamu bersalin
Paket jamu bersalin mudah diperoleh di berbagai toko obat, bahkan toko obat modern sekalipun. Namanya saja paket, jadi tentu saja jumlahnya dan jenis yang kita harus konsumsi cukup banyak.
Ada yang bermanfaat untuk mengencangkan otot-otot perut yang kendur, memperlancar ASI, memulihkan stamina, membantu mempercepat pengeluaran darah nifas, membantu pemulihan luka, dan membantu proses pengerutan rahim ke ukuran semula.
Boleh-boleh saja, sih, mengonsumsi jamu-jamuan. Tapi, jamu-jamuan ini sebaiknya tidak dikonsumsi jika kita memiliki gangguan fungsi hati, misalnya hepatitis B positif atau pernah mengalami sakit kuning.
Mengapa? Karena metabolisme semua obat-obatan berlangsung di organ hati, sehingga ada baiknya tidak memberi beban tambahan pada hati dengan mengonsumsi jamu-jamuan.
Tapi yang paling penting, berkonsultasilah pada dokter mengenai rencana kita mengonsumsi jamu. Tanyakan apakah aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat dari dokter dan apakah memiliki efek samping bagi bayi.
Kompres pilis
Konon, pilis bermanfaat untuk menghilangkan pusing, menjaga kesehatan mata, dan mencegah naiknya darah putih ke kepala. Hmm, agak meragukan sebenarnya, mengingat dalam dunia kedokteran sendiri tidak dikenal istilah ‘darah putih’.
Dan, pusing yang kerap dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan sebenarnya bisa saja bukan karena penyakit, melainkan akibat kurang tidur. Mungkin manfaat yang bisa kita nikmati adalah sensasi dingin yang berasal dari pilis ketika ditempel di dahi, sehingga membuat kita merasa nyaman dan lebih tenang.
Pijat
Semua ibu, bahkan yang tidak baru melahirkanpun, pasti suka perawatan yang satu ini. Selain merilekskan otot-otot di seluruh tubuh, pijat juga ampuh meredakan pegal dan rasa tak enak di badan.
Tapi jika kita baru saja melahirkan lewat operasicaesar, pastikan untuk mengindari area perut bawah, ya. Luka bekas operasicaesaryang belum kering sebaiknya tidak dibaluri minyak pijat ataupun diremas terlalu kuat.
Baluran param kocok
Param dioleskan ke seluruh tubuh untuk mengatasi tubuh yang mengalami pembengkakan pasca melahirkan. Apakah efekif? Bisa jadi, karena param memiliki efek menghangatkan yang akan membuat aliran darah di seluruh tubuh menjadi lebih lancar.
Selain itu, rasa hangat juga akan membantu mengurangi rasa pegal di otot-otot tangan dan kaki yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Tapi, hati-hati jika kulit kita tergolong sensitif. Waspada jika kita merasakan sensasi ‘terbakar’ saat mengoleskan param. Segera hentikan pemakaiannya.
Pakai bengkung atau stagen
Dulu, bengkung atau stagen terbuat dari kain yang sangat panjang, yang dipakai dengan cara melilitkannya ke perut dengan kencang. Katanya, sih, supaya ukuran perut cepat kembali ke ukuran normal setelah melahirkan.
Sekarang, bengkung atau stagen hadir dalam versi lebih modern, yaitu gurita. Masih terbuat dari kain, tapi tidak perlu dililit berkali-kali. Cukup diikat ataupun dikaitkan. Lebih praktis. Meski boleh-boleh aja digunakan, tetap harus diperhatikan jika kita melahirkan lewat operasicaesar.
Bengkung sebaiknya mulai dililit dari bagian bawah luka operasi (setinggi panggul) sampai sedikit di atas pusar. Tapi jangan terlalu tinggi juga, kita bisa sesak napas dan muntah karenanya.
Dari sisi medis, bengkung sebenarnya tidak sepenuhnya membantu mengembalikan ukuran perut (cara paling efektif tetaplah olahraga!), tapi setidaknya membuat perut kita terasa nyaman karena efek kencang yang dirasakan.
