-->

Breaking

logo

Senin, 05 Agustus 2019

Tradisi Orang Indonesia, Suka Minum Teh yang Legit dan Kental

Tradisi Orang Indonesia, Suka Minum Teh yang Legit dan Kental


Cerita Kita - Tak jarang, seseorang akan mendiamkan kantong teh di dalam cangkir dalam waktu yang lama ketika sedang menyeduh. Maka di Indonesia, masyarakat memiliki kebiasaan minum secangkir teh dengan warna yang lebih pekat, legit, dan kental.

Meskipun tradisi minum teh bukan berasal dari Indonesia. Namun aktivitas minum teh telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Semuanya bermula ketika teh dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda ke Indonesia. Menurut sejarah, tradisi minum teh masuk ke nusantara, khususnya di Pulau Jawa, melalui interaksi dengan pedagang Tionghoa pada abad ke-17. Kebiasaan minum teh ini memiliki fungsi sosial, yaitu untuk bersosialisasi, ngobrol dan berdiskusi.

Untuk ramuan tehnya, biasanya dicampur dengan kuncup melati, agar menghasilkan wangi yang lebih enak. Penambahan kuncup melati ini dikarenakan daun teh yang beredar di masyarakat Indonesia pada saat itu bukanlah kualitas yang terbaik, karena daun teh dengan kualitas terbaik/premium diekspor ke Eropa.

Pakar Teh Indonesia Ratna Somantri mengungkapkan, dalam tradisi minum teh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, ada semacam standar bagi cita rasa teh berkualitas. Cita rasa teh asli Indonesia yang berkualitas harus memenuhi kriteria legit dan kental.

Legit berarti rasa manis yang pas atau mantap, sedangkan devinisi kental adalah pekat, yang menunjukkan keaslian (dalam persahabatan). Kombinasi antara legit dan kental menghasilkan teh dengan cita rasa tinggi.

Ratna juga mengatakan legit kental memiliki makna filosofis sesuatu yang menunjukkan kesempurnaan dan keaslian yang mampu mempererat persahabatan yang jujur dan sesungguhnya. Para leluhur telah memaknai tradisi minum teh dengan nilai-nilai yang sangat positif dan mendalam.

“Daun teh premium mengandung zat antioksidan, thearubigins, dan teaflavin, dimana zat-zat tersebut berkhasiat sebagai anti inflamasi yang menghambat generasi radikal bebas,” kata Ratna.

Waktu Seduh Pengaruhi Kualitas Teh

Ratna menjelaskan sama dengan kopi, menyeduh teh juga memiliki tata cara untuk menjamin rasa yang murni, kental, dan legit. Salah satunya adalah teh hijau yang sebaiknya diseduh dengan suhu 70 derajat. Menyeduh atau mencelup teh sebaiknya selama 2-3 menit saja.

“Lalu waktu seduhnya, di kopi kan ada ekstraksi waktunya. Teh juga sama. Di teh nggak boleh terus-terusan di-brewing nanti terlalu pekat maka 2-3 menit cukup. Black tea sekitar 3-4 menit. Jangan terlalu lama menyeduh,” ungkap Ratna.

Kemudian dia menyarankan agar kantong teh hanya dipakai 1 kali seduh. Sebab jika berkali-kali maka khasiatnya akan hilang, sudah tak kental dan legit lagi.

“Banyak orang kalau masih ada warnanya, masih terus diseduh. Manfaat dan rasa juga aroma sudah berkulang. Antioksidan itu mudah rusak, maka khasiatnya sudah hilang,” tegasnya