-->

Breaking

logo

Senin, 05 Agustus 2019

Di Balik Kisah Pancur Siwah Batu Karang

Di Balik Kisah Pancur Siwah Batu Karang


Cerita Kita - Batu karang adalah desa yang terletak dibawah kaki gunung Sinabung yang disebut desa lingkar sinabung, desa ber kecamatan Payung ini termasuk desa padat penduduk dengan jumlah sekitar 1800 kk dan kurang lebih berjumlah 9000 jiwa, dengan luas areal sekiran 150 Hektar terdiri dari hamparan persawahan dan perladangan. 

Desa Batukarang dapat dikategorikan dengan tanah yang subur,  sistem bercocok tanam irigasi yang teratur hasil bumi desa Batukarang bercorak dan beragam tanaman muda jangka panen singkat dan tanaman muda jangka waktu lama ada di desa tersebut. 

Salah satu desa penghasil padi yang cukup besar dan dikenal, dan dulunya juga pernah menyandang predikat penghasil bercocok tanam Panili yang paling berkualitas, dan dikenal juga dengan jumlah penanam Panili yang paling lebar masa itu. 

Banyak nilai - nilai yang tersimpan dan tersembunyi dari desa yang bakal dimekarkan dalam waktu dekat ini, salah satunya keunikan dari batukarang  "Tapin Pancur Siwah" Khusus pemandian untuk laki -laki mempunyai makna yang tersirat dan mendalam.pancur siwah dialiri dari mata air "Tembus Musuh" Atau biasanya dikenal dengan Tembusoh  salah satu areal perbatasan dengan desa tetangga, seiring berjalannya waktu mata air ini disingkat menjadi"Mbusuka" yang juga mengaliri "Tapin Lau Bentayan" (Khusus untuk perempuan). 

bercerita tentang Batukarang tak kan pernah lepas dari pahlawan nasional Kiras Bangun (Garamata) dan Mbusuka merupakan salah satu basis pertahanan pasukan urung yang dipimpin Garamata masa perjuangan dulu. 

Pancur Siwah yang dialiri air dari mata air Mbusuka seolah mengandung mistis semangat perjuangan dari Garamata yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan kemerdekaan, dan hal ini membuat setiap pemuda yang akan merantau keluar daerah akan melakukan ritual mandi di pancur ini.

Dan satu-satunya desa yang menghormati kearifan lokal diseluruh desa di Tanah Karo adalah Batukarang,  terbukti dengan adanya Pancur Siwah yang terbagi dalam sembilan Pancur dibagi menjadi 5 pancur untuk simantek kuta Sukut Bangun Mergana, Anak beru diberi 3 Pancur yang mana adalah dalam adat Karo sebagai silatih (yang mengerjakan) tugas bagun dalam peradatan dan satu tapin untuk kalimbubu "Dibata Nidah" Tuhan yang terlihat wujudnya. 

Masih banyak lagi nilai-nilai positif dari Batukarang selain desa yang melahirkan dua orang tangguh pejuang telah ditabalkan namanya menjadi jalan di kota Kabanjahe,  jalan Kapten pala bangun dan jalan Kiras bagun (Garamata)  tidak hanya itu saja, salah satu putra terbaik Batu karang adalah pemilik Pioner Kabel di Indonesia almarhum K.Pri bangun (Tranka kabel)  juga berhasil membawa nama harum Batukarang. 

Hal itu semua tidak terlepas dari aura positif dari air Mbusuka  yang dimandikan dari Pancur Siwah dan Lau bentayan, lekat dalam setiap pemuda dan pemudi yang merantau sebelum berangkat akan mandi di Pancur Siwah dan akan melakukan doa tersendiri,  guna pemacu semangat berjuang diperantauan dan tokoh -tokoh yang berpegaruh juga menjadi motifasi bagi generasi muda Batu karang. 

Ditambah lagi fakta atau mitos yang beredar dimasyarakat Batukarang bagi siapa yang belum pernah memandikan air Pancur Siwah dan Lau Bentayan yang dialiri mata air Mbuhsuka  akan terbuka auranya lebih segar lebih cantik dan tampan,  ayo mandilah ke Pancursiwah  agar semangat perjuangan juga terjangkit untuk kita. 

Mawar Rita Ginting