Cerita Kita - Wihara Phugtal atau Phugtal Gompa adalah salah satu wihara paling terpencil di wilayah Zanskar tenggara di distrik Ladakh, Jammu dan Kashmir, Kota Padum, India utara. Wihara satu ini mempunyai desain konstruksi unik dengan bangunan yang berbahan lumpur dan kayu.
Letak Wihara Phugtal begitu mencolok karena berada di atas sebuah tebing yang berhadapan langsung dengan anak sungai Lungnak (Lingti-Tsarap). Bangunan utama wihara menjadi yang terunik karena menjorok ke dalam gua yang terbentuk alami sekitar 2.500 tahun yang lalu. Dari kejauhan, wihara tersebut tampak terlihat seperti sarang madu raksasa.
Phugtal Gompa didirikan pada awal abad ke-12 oleh Gangsem Sherap Sampo yang merupakan murid dari pendiri aliran Gelug dan guru Buddhisme Tibet termasyhur, Je Tsongkhapa. Meskipun dibangun pada abad ke-12, wihara ini adalah harta terpendam karena baru ditemukan pada periode 1826-1827 oleh seorang filologis (peneliti yang meniliti sumber sejarah dari karya sastra) dari Hungaria, Alexander Csoma de Koros.
Jika bertanya, mengapa lokasi wiharanya begitu terpencil dan terisolasi? Phugtal merupakan Bahasa Zanskari yang terdiri dari dua suku kata, "phuk" berarti "gua" dan "thal" berarti "waktu luang atau bersantai". Jadi sudah tak perlu heran, lokasi wihara yang terpencil dimaksudkan agar para biksu yang melakukan perjalanan bisa singgah dan melakukan meditasi dengan lebih khusyuk.
Wihara Phugtal memiliki banyak ruangan dan area yang fungsinya berbeda-beda. Meski tidak luas, terdapat banyak ruangan seperti; empat ruangan berdoa, perpustakaan, ruang mengajar, dapur, ruang tamu, dan area tempat tinggal di mana sekitar tujuh puluh biksu tinggal di situ.
Lokasi Phugtal Gompa menjadikannya salah satu wihara Buddha yang hanya bisa diakses melalui jalan kaki di Ladakh. Mula-mula untuk mencapai Padum, kita harus menggunakan sebuah taksi atau angkutan mobil biasa dengan trayek Padum ke Raru. Ketika jalan untuk kendaraan sudah habis, di sinilah kita memulai perjalanan dengan kaki untuk mencapai wihara tersebut. Namun, jika ogah berjalan kaki kita bisa menggunakan kuda atau keledai.
Butuh perjuangan ekstra untuk mencapai Phugtal, karena perjalanan akan memakan waktu sehari bahkan dua hari. Sebelum mencapai Phuktal kita bisa rehat sejenak di dua desa bernama Chatang dan Purne. Jarak dari Purne ke wihara Phuktal sekitar tujuh kilometer. Setelah sampai di kawasan Wihara Phuktal, kita bisa melihat ada dua desa bernama Cha dan Anmu. Kedua desa itu memiliki hamparan dataran hijau, kontras dengan letak wihara yang berada di tebing bebatuan yang tampak kering dan tak ada tumbuhan tumbuh.
Walaupun letaknya yang sulit dijangkau Wihara Phugtal kini menjadi salah satu destinasi wisata di India. Lukisan dinding dan langit-langit yang menghiasi wihara tua itu begitu cukup populer di kalangan wisatawan.
