-->

Breaking

logo

Jumat, 12 Juli 2019

Pesona Kain Kerawang Gayo

Pesona Kain Kerawang Gayo


Cerita Kita - Suku Gayo adalah sebuah suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Gayo di Provinsi Nanggro Aceh Darussalam bagian tengah.Wilayah tradisional suku Gayo meliputi kabupaten bener meriah, Aceh tengah, dan Gayo lues. Selain itu suku Gayo juga mendiami sebagian wilayah di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

Selain penghasil biji kopi terbaik, tanah Gayo, Aceh juga memiliki panorama alam yang indah. Danau Laut tawar salah satunya.Danau yang indah dan telah lama menjadi destinasi wisata. Aceh Tengah juga memiliki seni dan budaya tradisonal yang unik. Bahkan ada yang sudah mendunia, yaitu tari Saman yang sudah diakui Unesco.

Tahun 2019  ada sekitar 7 kategori wisata Aceh yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019. Ketujuh kategori yang dimaksud yaitu Manggrove Forest Park (Langsa, nominasi ekowisata), Rabbani Wahed (Bireuen, nominasi Atraksi Budaya), Kilometer Nol (Sabang, nominasi destinasi unik), Tensaran Bidin (Bener Meriah, nominasi surga tersembunya), Sabang Marine (Sabang, nominasi festival pariwisata), dan Sate Apalah Geurugok (Bireuen, nominasi makanan tradisional) dan Kerawang Gayo (Gayo Lues, nominasi cinderamata).

Kerawang Gayo
Kerawang Gayo adalah motif ukiran yang menjadi tradisi khas dari daerah Gayo Takengon - Aceh Tengah. Kerawang Gayo adalah nama sebutan terhadap motif-motif ukir pada suku Gayo di Provinsi Aceh. Motif yang terdapat pada kayu bangunan rumah, bahan anyaman, gerabah, logam, dan kain merupakan kerawang.Motif kerawang diukir juga pada gading, kayu dan disulam pada kain sebagai pelengkap rumah  suku Gayo.Motif kerawang menjadi bagian istimewa dalam  kehidupan masyarakat Gayo.

Secara harfiah, kata kerawang berasal dari dua kata yaitu "iker" yang berarti dasar buah pikiran, dan "rawang" yang berarti ramalan. Jadi Kerawang dapat diartikan ramalan sebuah pikiran pemagar adat. Penambahan kata Gayo merupakan bentuk identitas dari suku Gayo yang bermukim di tanah Gayo.

Sejarah kerawang Gayo bermula pada saat nenek moyang suku Gayo bermukim di Gayo. Dahulu pada awal perkembangannya, kerawang merupakan hasil buah pikiran dari para pemangku adat (Tokoh-tokoh adat). Secara teliti dan cermat pemangku adat memikirkan dan meramalkan sebelum menetapkan simbol-simbol yang tepat untuk dibuat, ternyata hasil buah pikiran dan ramalan tersebut berbuah hasil sebuah motif-motif yang dianggap simbol-simbol yang kemudian disebut kerawang.

Simbol-simbol kerawang difungsikan sebagai simbol-simbol yang meliliki makna tentang "tutunan dan tatanan" di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sehingga di harapkan masyarakat Gayo dapat memegang teguh pedoman dalam  berprilaku sesuai simbol-simbol yang ada pada motif Kerawang Gayo.Motif-motif yg terdapat pada adat Gayo adalah: mata itik, pucuk rebung, sesirung, leladu, mun berangkat, tulen iken, puter tali, bunge kipes, gegaping, panah dan motif selalu.

Warna dasar kerawang Gayo memakai kain warna Item (hitam), sedangkan untuk motifnya menggunakan campuran warna Ilang (merah), Putih (putih), ijo (hijau) dan Using (kuning).

Berikut keterangan atau makna dari warna-warna yang digunakan dalam motif Kerawang Gayo:

Hitam: merupakan hasil keputusan adat,

Merah: sebagai tanda berani (mersik) bertindak dalam kebenaran,

Putih: sebagai tanda suci dalam tindakan lahir dan batin,

Hijau: sebagai tanda kejayaan dan kerajinan (lisik) di dalam kehidupan sehari-hari,

Kuning: sebagai tanda hati-hati (urik) dalam bertindak.

Jadi, berdasarkan keterangan dari warna-warna kerawang, Masyarakat Gayo dilambangkan sebagai masyarakat yang Mersik (berani), Lisik (rajin) dan Urik (teliti).

Dalam buku yang berjudul Pilar - Pilar Kebudayaan Gayo yang di tulis Drs. Isma Tantawi,M.A dan Drs. Buniyamin. S, menerangkan tentang makna motif yang terdapat pada pakaian adat Gayo sendiri adalah sebagai berikut:

MATA ITIK: Mata Itik mempunyai makna bahwa yg ikut menentukan dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues, adalah penghulu, ulama dan golongan cerdik pandai.

PUCUK REBUNG: Pucuk Rebung mempunyai makna masyarakat Gayo Lues mencintai keadilan dan kedamaian.

SESIRUNG: Sesirung mempunyai makna bahwa dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues selalu salaing membantu.

LELADU: Leladu bermakna bahwa masyarakat Gayo Lues memiliki harkat dan martabat dan berwibawa.

MUN BERANGKAT: Mun Berangkat bermakna bahwa masyarakata Gayo Lues mempunyai cita-cita dan tata cara dalam kehidupan bermasyarakat.

TULENNI IKEN: Tulenni Iken bermakna masyarakat Gayo Lues memiliki sifat untuk membela diri dalam kebenaran. Takut karena salah dan berani karena benar.

PUTER TALI: Puter tali bermakna dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues terdapat kesatuan dan persatuan.

BUNGE KIPES: Bunge kipes mempunyai makna bahwa Masyarakat Gayo Lues mempunyai harmonis antara manusia dengan Tuhan (Hablumminallah), manusia dengan manusia (Hablumminannas) dan manusia dengan lingkungannya.

GEGAPING: Gegaping mempunyai makan bahwa masyarakat Gayo Lues memiliki ketaatan terhadap pemerintahan, agama, dan adat istiadat. Murip Ikanung edet mate ikanung ukum (Agama).

BUNGE PANAH: Bunge panah memiliki makna bahwa masyarakat Gayo Lues memiliki sifat keterbukaan dalam menerima dan menjalankan ketentuan segala hal yang bertentangan dengan agama dan adat.

MOTIF SELALU: Motif selalu bermakna bahwa masyarakat Gayo memiliki sifat kejujuran dan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dewasa ini kain kerawang gayo banyak digemari untuk dibuat pakaian,tas,kerajinan tangan,dll.Bukan hanya masyarakat gayo yang menggemari,tapi juga masyarakat diluar provinsi Aceh.Warnanya yang menarik serta motifnya yang unik dan indah menjadi salah satu alasannya. Tapi sayangnya belum banyak yang tahu sejarah dan makna dari warna dan simbol dari motif Kerawang Gayo. Semoga dengan membaca artikel ini, kita bisa lebih memahami dan menjaga kelestariannya.

Nina Permata