Cerita Kita - Pada akhirnya, setelah melewati masa-masa sulit setelah penjajahan, Bangsa Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri, memperbaiki ekonomi, dan kebudayaannya. Setelah melewati masa-masa itu, rakyat Indonesia tidak perlu cemas dengan status pribumi untuk menuangkan gagasan, karya, dan ide-ide yang cemerlang.
Seperti tari, saat sebelum merdeka, seni tari hanya diperuntukkan untuk kaum atas dan para pejabat. Tari semata-mata digunakan sebagai sarana hiburan, memuaskan pandangan mereka, dan bisa jadi tari dianggap sebagai sesuatu yang rendah. Selain itu, tari pada masa penjajahan juga dijadikan ajang untuk mengekspresikan diri dari tekanan dan penderitaan akibat dari penjajahan. Tari tersebut salah satunya Tari Glipang, yaitu tari tradisional yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur.
Namun, hal ini telah berubah setelah masa penjajahan berakhir. Tari saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, bahkan hampir setiap wilayah memiliki sanggar-sanggar tari yang digunakan untuk melatih dan mengasah kemampuan para penari pemula. Tari saat ini lebih banyak dipersembahkan untuk menghibur khalayak ramai. Dengan ini, para penari telah ikut serta untuk memperkaya dan mempertahankan kebudayaan Indonesia. Bahkan, festival tari pun kerap diadakan satu tahun sekali sebagai langkah promosi untuk menarik turis-turis dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung ke Indonesia.
Aisya Andriani
