Keong sawah tengah jadi bahan perbincangan. Gara-garanya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menganjurkan masyarakat Indonesia mengonsumsi siput air tersebut sebagai pengganti daging.
Tak sedikit masyarakat mengolok-olok dan menyindir Amran terkait imbauan mengganti daging dengan keong. Ada pula yang menjadikan keong sawah dengan Menteri Amran sebagai meme.
Sejumlah masyarakat mengatakan jika pria yang menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja 2014-2019 itu frustasi lantaran tak bisa mengendalikan harga daging. Bahkan ada pula sindiran soal mengganti daging dengan kecebong. Lalu apa khasiat dan manfaat keong sawah untuk kesehatan, hingga Amran menganjurkan mengganti daging dengan hewan berlendir tersebut?
Dirangkum dari berbagai sumber, keong sawah alias tutut sejatinya baik untuk kesehatan lantaran tinggi akan protein. Menurut penelitian dari Positive Deviance Resource Centre, dalam 100 gram keong sawah mengandung sejumlah kandungan gizi, di antaranya 12 persen protein, 217 miligram kalsium dan 81 gram air dengan jumlah kolesterol rendah.
Tak hanya itu, keong sawah juga mengandung energi, karbohidrat, fosfor dan vitamin yang baik untuk kesehatan. Jadi, sebenarnya tidak salah jika Amran menganjurkan siput air bernama latin Pila ampullacea itu sebagai pengganti daging merah yang harganya mahal. Pasalnya, keong sawah mengandung protein hewani berkualitas tinggi namun berharga murah.
Manfaat dari protein hewani sendiri di antaranya penting untuk perkembangan tubuh, pembentukan sel dan jaringan, meningkatkan kekebalan tubuh, membantu pertumbuhan pada anak-anak, serta dapat mencegah penyakit kwashiorkor dan marasmus yang disebabkan oleh kekuragan protein.
Hebatnya lagi, selain dikonsumsi sebagai menu makan, keong sawah juga bisa dimanfaatkan untuk obat alternatif yang digadang-gadang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari diabetes, penyakit kuning, maag, kolesterol dan penyakit lainnya.
Namun, dalam mengolah daging keong perlu teliti. Keong sawah harus benar-benar dimasak dengan benar dan bersih. Jika tidak, hal itu bisa menyebabkan cacingan, infeksi kronis akibat cacing schistosoma dan penyakit meningitis.
