-->

Breaking

logo

Jumat, 26 Juni 2020

Mengenal Baju Kurung, Busana Khas Melayu

Mengenal Baju Kurung, Busana Khas Melayu



Cerita Kita - Baju kurung adalah salah satu pakaian adat masyarakat Melayu, Baju kurung dianggap populer dipakai oleh lelaki dan perempuan. 

Pengertian kurung secara tidak langsung adalah 'mengurung atau menutup' anggota tubuh, Cara ini menepati konsep pakaian cara Melayu setelah kedatangan Islam, sehingga istilah 'kurung' diartikan sebagai baju yang longgar, labuh atau panjang.

sehingga disebut dengan berbagai nama misalnya 'baju kurung bernyawa' walaupun mempunyai berbagai nama namun baju kurung telah menampilkan ciri-ciri tersendiri.

biasanya baju kurung di pakai di acara-acara tertentu, akan tetapi sekarang baju kurung di pakai siswa/siswi, orang dinas dan guru pada hari jum'at.

SEJARAH

Catatan dari Tiongkok mengambarkan bahwa pada abad ke-13 masyarakat Melayu baik perempuan maupun lelaki telah memakai baju kurung.

Dalam perkembangannya, perempuan Melayu memakai selendang dengan model "berkemban" yakni melilitkan sarung di sekeliling dada.

Celana juga mulai dipakai, dengan model "Gunting Aceh" yaitu celana yang panjangnya hanya sedikit di bawah lutut. Namun kemudian perdagangan membawa pengaruh budaya asing. Barang-barang dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah berdatangan. 

CIRI-CIRI

Ciri khas baju kurung adalah rancangan yang longgar pada lobang lengan, perut, dan dada. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi untuk kasus yang jarang ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut.

Baju kurung tradisional berpotongan longgar, berlengan panjang, dan berpesak serta melebar di bagian bawahnya. Baju kurung yang dipakai kaum perempuan dipakai dengan kain sarung berikatan "ombak mengalun".

Baju kurung tidak dipasangi kancing, melainkan hampir serupa dengan t-shirt. Baju kurung tidak pula berkerah, tiap ujungnya direnda. Beberapa bagiannya sering dihiasi sulaman berwarna keemasan. Baju kurung sebenarnya merupakan jenis pakaian yang dipakai oleh laki-laki maupun perempuan. 

Baju kurung kaum lelaki dipakai dengan celana (seluar) dan kain samping (songket)

Perbedaan antara baju kurung perempuan dan baju kurung laki-laki yaitu:
  • Perbedaannya terletak pada bagian kantong yaitu lelaki mempunyai tiga kantong dan perempuan mempunyai satu kantong serta perbedaan dari segi pemakaian.
  • Baju kurung perempuan panjangnya di bawah lutut, dengan alas leher yang sempit.
  • Baju kurung lelaki panjangya di bawah bokong, dengan alas leher melebar, dan dilengkapi dua saku.

KELENGKAPAN

Kelengkapan Perempuan

1. Sarung

Baju kurung biasanya dipasangkan dengan  sarung (rok) , dan sarung itu sendiri dikenakan dengan ikatan "ombak mengalun"  yaitu lipatan kain yang berlipat-lipat (berombak-ombak). Lipatan ini ada  di bagian kiri atau kanan badan.

2. Kain Dagang

Kain  dagang adalah kain sarung yang digunakan sebagai kerudung di saat  bepergian. Ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari terik matahari.  Apabila berada di dalam ruangan, maka kain dagang diikatkan pada  pinggang atau disangkutkan di lengan.

3. Selendang

Selendang  biasanya disampirkan di bahu. Jika sedang memakai kain dagang,  alih-alih memakai selendang panjang biasanya yang dipakai adalah kain  mantul. Kain mantul adalah semacam selendang pendek bersulam,  disampirkan di bahu apabila sedang memakai kain dagang sebagai  kelengkapan baju kurung.

Kelengkapan Laki-laki

1. Celana

Bagi lelaki, baju kurung biasa dipasangkan dengan celana panjang yang disebut seluar.

Jenis seluar yang digunakan:
  • Seluar panjang; celana panjang yang jatuh di atas pergelangan kaki.
  • Seluar Aceh; celana yang jatuhnya di atas betis, sedikit di bawah lutut.

Jika  lelaki memakai baju kurung dengan sarung saja tanpa memakai celana,  maka ini disebut dengan istilah "ketumbing". Biasanya jenis pemakaian ini hanya untuk di dalam rumah atau bisa juga untuk ke masjid atau  surau.
  • Kain Samping (songket)

Kain samping adalah kain sampingan (songket) yang dipakai bersama-sama dengan baju dan celana. 

2. Ikatan Pancung

Cara  memakai kain samping yang menggunakan kain lepas. Kain dililitkan di  pinggang dan sebelum sampai ke ujung kain, kain ini "dipancung", yaitu  kain disemat sambil membiarkan ujung kain terkulai ke bawah.

3. Ikatan Kembung

Ini  adalah cara memakai kain samping yang biasa dipakai oleh mempelai  laki-laki dalam acara pernikahan adat Melayu. Kata "kembung" berasal  dari kesan menggembung saat memakai ikatan ini. Kain sarung ditarik ke  bagian tengah atau tepi badan untuk kemudian diikat dan disimpul dalam  berbagai macam cara agar melekat di pinggang.

4. Ikatan Lingkup

Ini  adalah cara memakai kain samping yang paling sering dipakai orang. Kain  sarung digulung ke atas dan dilingkup ke bagian depan atau bagian  samping. Mirip dengan cara memakai sarung untuk keperluan sehari-hari. 

TINGKATAN DALAM MASYARAKAT

Ada aturan pemakaian baju kurung dalam masyarakat Melayu yang tergantung dari kedudukan mereka. Aturan ini cukup ketat ditegakkan pada zaman dahulu, namun saat ini sudah tidak terlalu mengikat lagi.

Contohnya adalah mengenai warna. Raja dan kerabat dekatnya bisa memakai warna apa pun yang mereka mau, tapi warna kuning adalah warna ciri khas mereka. Tidak ada yang boleh memakai warna yang sama di dalam acara-acara resmi.

Bagi mereka yang memiliki jabatan tinggi memakai "sedondon" yaitu baju kurung, celana, samping, dan tanjak harus terdiri dari bahan, warna, dan pola yang seragam. Rakyat biasa memakai baju kurung dengan tutup kepala berupa destar atau songkok.


Murjani