-->

Breaking

logo

Kamis, 18 Juni 2020

Filosofi Kemenyan Bagi Masyarakat Jawa

Filosofi Kemenyan Bagi Masyarakat Jawa


Cerita Kita - Banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa kemenyan merupakan sesuatu yang klenik, mistis, ataupun kerap dikaitkan dengan upacara penyembahan roh. Padahal, dahulu kemenyan kerap dijadikan wewangian yang dapat menenangkan pikiran. 

Ternyata kemenyan memiliki filosofi tersendiri di mata para leluhur orang Jawa. Sama halnya dengan bunga, kemenyan juga disebut sebagai ubarampe (perlengkapan). Dahulu kemenyan dapat ditemukan di beberapa acara seperti ritual perkawinan, kelahiran, selametan dan masih banyak lagi. Namun seiring berkembangnya zaman, kemenyan jarang digunakan sebagai ubarampe lagi.  

Hampir sama dengan bunga, kemenyan juga merupakan simbol untuk menyampaikan sebuah pesan, sarana berdoa, dan memohon keselamatan. Kemudian, kemenyan yang dibakar dan mengeluarkan asap bermakna talining iman, urubing cahya kumara, kukuse ngambah swarga, ingkang nampi Dzat ingkang Maha Kuwaos. 

Hal tersebut berarti bahwa setiap hajat, ritual, atau acara yang diselenggarakan, hendaknya selalu untuk meningkatkan keimanan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Kemudian bara api yang menyala bermakna semangat dan harapan di hati manusia untuk mewujutkan cita-cita yang sangat diharapkan. Sedangkan kepulan asap kemenyan bermakna agar doa yang dipanjatkan didengar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.