Cerita Kita - Jika berbicara tentang masa kecil tentu akan sangat beragam kenangan yang masih teringat dibenak masing-masing orang. Dari permainan hingga jajanan pun ikut menghiasi masa kecil kita. Permainan gobak sodor, benteng-bentengan, hingga petak umpet menjadi permainan yang tren sebelum tahun 1999an. Tak hanya permainan, makanan pun juga ikut mewarnai kenangan masa kecil tiap orang, Salah satu makanan masa kecil yang masih ada hingga saat ini yakni arbanat atau yang biasa disebut rambut nenek, mengapa disebut demikian? Karena tekstur dari jajanan tersebut yang hampir mirip seperti rambut pada nenek-nenek.
Manis, yap itulah kata pertama yang dapat diungkapkan jika setelah memakan arbanat. Makanan manis ini merupakan primadona bagi sebagian anak-anak. Jika melihat jajanan ini tentu akan membuat sebagian orang bernostalgia. Jajan yang memiliki rasa seperti gulali ini berasal dari Jawa Timur.
Jika berbicara tentang masa kecil tentu akan sangat beragam kenangan yang masih teringat dibenak masing-masing orang. Dari permainan hingga jajanan pun ikut menghiasi masa kecil kita. Permainan gobak sodor, benteng-bentengan, hingga petak umpet menjadi permainan yang tren sebelum tahun 1999an. Tak hanya permainan, makanan pun juga ikut mewarnai kenangan masa kecil tiap orang, Salah satu makanan masa kecil yang masih ada hingga saat ini yakni arbanat atau yang biasa disebut rambut nenek, mengapa disebut demikian? Karena tekstur dari jajanan tersebut yang hampir mirip seperti rambut pada nenek-nenek.
Manis, yap itulah kata pertama yang dapat diungkapkan jika setelah memakan arbanat. Makanan manis ini merupakan primadona bagi sebagian anak-anak. Jika melihat jajanan ini tentu akan membuat sebagian orang bernostalgia. Jajan yang memiliki rasa seperti gulali ini berasal dari Jawa Timur.
Tak hanya bentuknya yang unik, cara penjualannya juga cukup unik. Penjual arbanat biasa menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling kampung dengan memainkan alat musik semacam rebab. Hal ini tentu menarik minat para pembeli dan menjadi ciri khas penjual arbanat itu sendiri. Selain dijual dengan berkeliling kampung, arbanat juga dijual di beberapa toko jajanan di pasar daerah.
Jajanan ini biasa dipatok dengan harga Rp. 10.000 per ons, namun biasanya arbanat juga dijual dengan harga Rp.2000 untuk anak-anak kecil. Karena arbanat juga biasa dijajakan di depan sekolah-sekolah ketika jam waktu pulang tiba. Harga dari jajanan arbanat cukup mahal dikarenakan proses pembuatannya yang tidak mudah.
Namun sayangnya, seiring berkembangan zaman jajanan ini mulai sulit ditemui karena kalah dengan jajanan modern lainnya walaupun arbanat memiliki peminat yang masih cukup tinggi.
Arbanat saat ini biasa dimakan dengan menggunakan opak warna-warni yang ditumpukkan diantara arbanat itu sendiri. Dibungkus dengan plastik rapi, arbanat olahan ini biasa dijadikan oleh-oleh bagi sebagian orang.
Jajanan ini biasa banyak disajikan ketika perayaan lebaran di beberapa rumah-rumah dikarenakan jajanan ini banyak disukai oleh anak-anak kecil. Namun ternyata tak hanya anak-anak kecil saja yang menyukai jajanan ini, remaja hingga dewasa pun masih menyukai jajanan ini. Arbanat biasa diletakkan di dalam rumah ketika lebaran dalam toples besar.
Terdapat juga beberapa jajanan yang memiliki rasa manis seperti arbanat yakni gulali dan arum manis. Gulali memiliki tekstur yang basah padat dan lengket, sedangkan arum manis hampir sama seperti arbanat hanya saja berbeda dari proses pembuatan dan teksturnya saja. dari segi rasa, arbanat dan arum manis memiliki rasa yang sama hingga sebagian orang pun terkadang menyebut arbanat dengan sebutan arum manis.
Atika Puji
