Cerita Kita - Berkata Ali bin Abi Thalib r.a: "Kalau rezeki dari Allah terlambat, maka beristigfarlah kepada-Nya dan mohonlah semoga Dia melapangkan rezeki bagi kita".
Pernahkan kita merasa rezeki susah datangnya? Terlambat berada digenggaman? Atau bahkan tak kunjung tiba?
Maka sesuai dengan nasehat Sang Khalifah, beristigfarlah. Beristigfarlah banyak-banyak. Memohon ampunlah. Bersimpuhlah dan sebut nama-Nya.
Mungkin, rezeki tertahan karena dosa yang kita lakukan tanpa sengaja. Mungkin karena kemaksiatan yang tersembunyi. Atau, kekhilafan yang tak diketahui.
Kadang kita tak sadar, telah melanggar larangan-larangan Sang Pencipta. Kita kurang berbakti pada orang tua, melakukan kezaliman pada tetangga atau teman sebaya, makan sesuatu yang tak halal, memandang yang tak seharusnya, melihat aurat-aurat yang terbuka, atau berbicara kotor dan kasar maupun memaki dengan cara yang keji: entah perbuatan mana yang kita lakukan lalu menjadi sebuah dosa. Hingga membuat penghalang antara diri kita dan Sang Pencipta. Lalu rezeki kita ditahan oleh-Nya.
Kita tak tahu, kemaksiatan mana yang menghambat rezeki. Mungkinkah itu dari mata, mulut, telinga, tangan, kaki, atau semua panca indera kita telah melakukan maksiat. Lalu Dia tak berkenan membuka pintu rezeki-Nya.
Entah kekhilafan mana yang membuat pintu rezeki tertutup: mungkin ghibah terhadap saudara, hardikan terhadap anak yatim, rasa benci pada nikmat orang lain, dan berbagai hal buruk lainnya.
Beristigfarlah. Memohon ampunlah. Semoga dengan permohonan itu Dia bermurah hati melancarkan rezeki. Karena tak ada satu pun makhluk yang bisa menjadi perantara rezeki kecuali dengan izin-Nya. Maka pada siapa lagi diri berharap jikalau Dia tak menghendaki?
