-->

Breaking

logo

Selasa, 06 Maret 2018

Terbukti, 4 Ramalan Jayabaya Sedang Terjadi Sekarang

Terbukti, 4 Ramalan Jayabaya Sedang Terjadi Sekarang


Cerita Kita - Prabu Jayabaya adalah raja Kerajaan Kediri (1135-1159 Masehi) yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudana Wataranindrata Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana. Beliau yang melahirkan kitab ramalan (Jongko Joyoboyo) banyak orang percaya akan ramalan tersebut, di dalamnya tertulis tentang apa yang sudah, sedang dan akan terjadi nanti.

Tujuan artikel saya ini agar kita semua kembali merenungkan apa yang terjadi saat ini khususnya mengenai kerusakan zaman dan moral manusia. Seperti dilansir dari riaugreen.com berikut empat ramalan Jongko Joyoboyo yang sudah terbukti terjadi saat ini:

1. Marak pergaulan bebas


Dalam kitab Jongko Joyoboyo diungkapkan wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane. Artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya. Ada lagi yang menarik dalam ungkapan Jongko Joyoboyo yakni akeh udan salah mongso, akeh rondo nglairake anak, akeh jabang bayi lahir nggoleki bapake. Artinya banyak hujan turun bukan pada musimnya, banyak perawan tua terlambat menikah karena terlalu memilih-milih pasangan dan mementingkan karier, banyak janda melahirkan anak akibat hubungan bebas dan banyak yang lahir mencari siapa bapaknya.

2. Praktik korupsi di mana-mana


Prediksi lain dari ramalan Jongko Joyoboyo akan terjadi praktik korupsi di negara tercinta kita ini yaitu Indonesia, hal tersebut bisa kita amati dari banyaknya pejabat yang haus akan kekuasaan dan melanggar sumpah jabatannya. Perlambang lain itu adalah akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe. Artinya banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan dalam arti para pejabat melanggar janji dan sumpah jabatannya, misal hakim berkhianat, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya.

3. Sering terjadi banjir di pulau Jawa


Raja Jayabaya sudah memprediksi sejak dahulu bahwa nanti pulau Jawa akan sering terjadi bencana banjir, zaman itu disebut sabagai Zaman Kolotirto. Di Jawa sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan. Ini dihitung mulai tahun 301-400 tahun surya atau mulai tahun 310-412 tahun candra.

4. Tren orang mencari pesugihan


Selain memprediksi pulau Jawa sering terjadi banjir, dalam Kitab Jongko Joyoboyo juga mengatakan akan maraknya terjadi fenomena dimasyarakat tentang pesugihan karena mereka malas untuk bekerja mencari uang dengan cara halal. Perlambang tersebut mengatakan akeh wong nyambut gawe apik-apik podo kroso isin, luwih utomo ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkoro murko, nggedekake duroko. Artinya banyak orang yang bekerja baik-baik merasa malu, lebih utama menipu. Banyak yang malas bekerja tapi ingin cepat kaya dengan jalan pesugihan, banyak orang mengumbar hawa nafsu angkara murka dan memperbesar perbuatan durhaka.

Demikian tulisan artikel saya ini mudah-mudahan bisa menambah wawasan pengetahuan sejarah bagi anda sekalian, semoga zaman segera berganti menjadi Kala Suba karena disanalah akan ada kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan yang sesungguhnya.