-->

Breaking

logo

Jumat, 16 Maret 2018

Menyingkap Ajaran Serat Sabdajati, Karya Ranggawarsita

Menyingkap Ajaran Serat Sabdajati, Karya Ranggawarsita


Cerita Kita - Menurut Serat Sabdajati, tahun 1945 bisa disebut sebagai awal zaman Kalasuba. Zaman kesejahteraan rakyat Nusantara sesudah bertahun-tahun hidup dalam penderitaan karena ulah bangsa-bangsa kolonial. Sekalipun sampai datangnya tahun 2016, masih banyak rakyat yang merasa belum dapat hidup layak seperti yang diprediksikan oleh Ranggawarsita.

***

RADEN Ngabehi Ranggawarsita III merupakan salah seorang pujangga tersohor dari wilayah Surakarta yang hidup pada tahun 1802-1873 M. Semasa hidupnya, putra Sudira Dimeja yang lahir dari rahim Nyai Ageng Pajangswara itu menggubah banyak karya sastra. Salah satu karyanya adalah Serat Sabdajati.

Diketahui kalau Serat Sabdajati yang digubah oleh Ranggawarsita pada tahun Jimakir 1802 (1873 M) itu bukan sekadar memberikan warta tentang waktu sang pujangga akan menghadap Tuhan-nya serta bakal datangnya zaman Kalabendu dan Kalasuba; namun pula mengandung berbagai ajaran luhur yang dapat dijadikan sebagai petunjuk bagi setiap umat manusia di dalam meraih kemuliaan jiwa dan raganya.

Prediksi Ranggawarsita

Dari Serat Sabdajati bisa dipahami bahwa Ranggawarsita tidak hanya memberikan berbagai ajaran luhur, namun pula memberitakan gambarann tentang akan terjadinya zaman kemudian. Zaman Kalabendu yang akan berakhir di tahun 1877 (1845 M). Tahun emas bagi Bangsa Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera kemerdekaan sesudah dikuasai oleh bangsa-bangsa kolonial: Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang.

Menurut Serat Sabdajati, tahun 1945 bisa disebut sebagai awal zaman Kalasuba. Zaman kesejahteraan rakyat Nusantara sesudah bertahun-tahun hidup dalam penderitaan karena ulah bangsa-bangsa kolonial. Sekalipun sampai datangnya tahun 2016, masih banyak rakyat yang merasa belum hidup layak seperti yang diprediksikan oleh Ranggawarsita.

Ajaran Luhur

Disebutkan di muka, kalau Serat Sabdajati mengandung berbagai ajaran luhur yang berguna bagi setiap umat manusia. Adapun ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Pujangga Ranggawarsita melalui Serat Sabdajati, yaitu: pertama, setiap umat manusia hendaklah suka melakukan perihatin, di antaranya: lelana brata (perihatin dengan mengembara), mesu brata (perihatin dengan menghendalikan hawa nafsu), dan tapa brata (perihatin dengan melakukan samadi). Dengan laku perihatin, manusia akan bisa hidup tentram, dapat mewujudkan cita-citanya, jauh dari perbuatan jahat, bisa menenangkan hati, dan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.  

Kedua, setiap umat manusia hendaklah mau berinstrospeksi. Dengan cara demikian, manusia tidak mudah mencela dan meremehkan orang lain. Karena seluruh umat Tuhan di dunia tidak ada yang sempurna. Selain itu, manusia yang suka berkaca pada dirinya sendiri akan bisa membenahi kekurangan-kekurangan yang ada di dalam dirinya.

Ketiga, setiap umat manusia hendaklah memiliki jiwa samudra (kesabaran). Artinya, manusia jangan bingung ketika menghadapi berbagai cobaan. Dengan kesabaran, manusia akan selamat dari marabahaya dan penderitaan. Sebaliknya, manusia yang memiliki kesabaran akan mendapatkan buah termanisnya yakni anugerah dari Tuhan.

Keempat, setiap umat manusia jangan suka bersekutu dengan iblis. Manusia yang jiwanya tidak bisa dikuasai iblis yaitu yang bisa mengendalikan hawa nafsunya. Tidak mudah terbakar oleh nafsu amarah yang menyebabkan pertikaian dan kehancuran. Tidak mudah mengikuti nafsu aluamah yang menyebabkan rusaknya jasmani dan rohani. Tidak mudah digoda oleh nafsu supiyah yang menyebabkan hidup bisa terbenam ke dalam keindahan dan kemilaunya dunia. Tidak mudah larut ke dalam rengkuhan nafsu mutmainah. Nafsu yang menyebabkan hidup memiliki sifat sok suci. Sifat suci yang hanya berada di ujung lidah, namun tidak tulus dari hati paling dalam.  

Kelima, setiap umat manusia harus beriman kepada Tuhan. Dengan iman yang kuat kepada kekuasaan Tuhan, manusia tidak akan mudah putus asa ketika menghadapi cobaan. Tidak mudah alpa ketika sedang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Manusia yang beriman kuat akan memperoleh keselamatan ketika kelak meniti jalan siratal mustaqim. Jalan yang dilukiskan seperti sehelai rambut yang terbagi seribu.

Catatan Akhir

Ajaran-ajaran luhur yang dikemukaan di muka hendaklah berguna bagi setiap umat manusia yang sedang terjebak ke dalam lubang zaman susah. Zaman yang memberikan ajaran kepada setiap manusia untuk selalu ingat dan waspada. Ingat kepada Tuhan. Waspada terhadap keadaan di sekitarnya.

Sri Wintala Achmad