-->

Breaking

logo

Jumat, 16 Maret 2018

Mengenal Ritual Mapepada, Penyucian Hewan Kurban Jelang Nyepi

Mengenal Ritual Mapepada, Penyucian Hewan Kurban Jelang Nyepi


Cerita Kita - Jelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Bali mulai mempersiapkan diri. Di antaranya dengan menggelar ritual Mapepada guna menyucikan semua jenis hewan kurban untuk kelengkapan upacara Tawur Kesanga, sehari sebelum Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

Seperti yang terlihat dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali bersama masyarakat di Perempatan Catus Pata Perempatan Agung, yang dipimpin Ida Perande Gde Karang Putra Kemenuh dari Geria Satria Semarapura, Kamis (15/3/2018).

Ketua Panitia kegiatan ritual Dewa Ketut Soma mengatakan, berbagai jenis hewan korban yang disucikan tersebut antara lain kerbau, kambing bulu hitam, bulu putih, sapi, anjing bangbungkem, babi hitam, angsa, ayam manca, ayam panyirang, bebek belang kalung dan putih dan penyu.

Semua bintang tersebut didoakan dan dituntun "murwa daksina" berputar tiga kali arah jarum jam mengelilingi Patung Kanda Pat Sari dengan iringan gamelan baleganjur.

Semua binatang diantarkan ke para dewa sesuai dengan pengelompokannya. Untuk binatang berkaki dua di antarkan ke Iswara, binatang kaki empat di antarkan ke Brahma, binatang yang merangkak seperti penyu diantarkan kehadapan Mahadewa.

Sedangkan untuk ikan dan binatang tanpa kaki diantarkan kepada Dewa Wisnu. Selanjutnya untuk pepohonan seperti pohon pisang dan belimbing diantarkan kepada Dewa Siwa. "Proses purwa daksina ini untuk mengantarkan rohnya kembali. Mengembalikan kepada asal rohnya," ujar Dewa Ketut Soma.

Kegiatan ritual tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Ida Bagus Sudarsana, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Ketut Suayadnya, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Dan Olahraga (Budpora) I Nyoman Mudarta, Jajaran organsasi perangkat daerah (OPD) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan masyarakat setempat.

Seluruh binatang kurban tersebut untuk kelengkapan kegiatan ritual Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan Jumat (16/3/18).

Penutupan Bandara dan Penyeberangan

Guna menghormati Hari Raya Nyepi 2018, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tidak beroperasi selama 24 jam mulai 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA, kecuali untuk penerbangan dan pendaratan darurat.

"Penutupan ini merupakan penghormatan Angkasa Pura I bagi umat Hindu di Bali agar dapat melakukan ibadah dengan tenang," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi melalui siaran pers yang diterima di Jakarta.

Penghentian sementara operasional penerbangan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali Pada Hari Raya Nyepi.

Dengan penutupan ini semua penerbangan berjadwal dan carter, baik rute domestik maupun internasional, akan ditiadakan. Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi yang terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 penerbangan internasional.

Rute terbanyak tujuan Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya. Adapun potensi jumlah orang yang tidak berangkat dan datang ke Bali pada saat Nyepi yaitu 56.478 orang.

Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, pihak Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (NOTAM) nomor A0117/18.

"Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia, kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para maskapai penerbangan. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara," kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi.

Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat. "Saat Nyepi nanti akan ada 368 personel kami yang siaga di bandara. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan pendaratan darurat, pendaratan teknis atau evakuasi kesehatan. Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, pihak maskapai, ground handling, dan pecalang," kata Yanus.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou-China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pascapenutupan.

Sedangkan Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Jakarta-Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Okezone)