Cerita Kita - Sebuah ritual aneh pernah terjadi di Kerajaan Singasari saat dipimpin Raja Kertanegara. Sebuah ritual yang diyakini sebagai ajaran bagi penganut Budha aliran Tantra atau Tantrayana itu mengharuskan melakukan upacara memuja Bhairawa.
Sebagaimana dilansir viva.co.id, bahwa Sekte Tantrayana yang ajaranannya penuh dengan kontroversi itu cukup banyak termuat dalam berbagai kitab. Seperti kitab Maha Nirwana Tantra, Kularnawa Tantra, Tantra Bidhana, Yoginirdaya Tantra dan kitab Tantra sara.
Ritual upacara memuja Bhairawa itu diisi dengan melakukan Pancamakarapuja, yakni lima hal keharusan yang dikenal dengan sebutan Batara Lima atau Ma-Lima.
Semua Ma yang harus dilakukan dalam ritual itu sangat bertentangan dengan norma. Misalkan Ma yang pertama yaitu Mada atau ritual menenggak minuman keras hingga mabuk parah.
Yang kedua ritual dengan melakukan tarian yang melelahkan hingga pingsan yang disebut Maudra. Dan ketiga ritual memakan daging mayat manusia dan meminum darahnya yang disebut Mamsa. Selanjutnya, Ma yang ke empat yakni memakan ikan gembung beracun dan ma yang terkahir ritual bersetubuh secara berlebihan disebut Maithuna.
Ritual yang kerap dilakukan Raja Kertanegara itu menjadi celah kelemahannya sendiri, sehingga pasukan Kediri yang pada saat itu dibawah kekuasaan Raja Jayakatwang, berhasil membunuh Raja Kertanegara yang tengah larut dalam ritual aneh tersebut.


